TERKEJUT

TERKEJUT

Pernahkah anda terkejut? terkejut akan membuat sesorang gugup ataupun merasa tidak nyaman dalam bertindak. Terkejut membuat orang melakukan sesuatu tidak sesuai konsep, karena memang tidak terkonsep. Tahukah anda hari ini yang membuat saya terkejut? Tentu saja anda tidak tahu karena anda tidak di dekat saya. Ada beberapa hal yang membuat hari ini saya terkejut, yaitu:

1. Postingan-postingan distatus WA anak-anak saya  yang membuat saya merasa kurang baik sebagai orang tua dalam mendidik anak.

Postingan di medsos dari anak-anak saya yang seakan saya mengeksploitasi keberadaan anak-anak di dekat saya/ Padahal yakin saya tidak bermaksud mengeksploitasi seperti itu. Cuma saya merasa belum bisa menerima atas semua keputusan anak-anak dalam bidang pekerjaannya yang sudah digeluti beberapa tahun, pada akhirnya dilepas begitu saja. Mengapa harus dilepas? itu pertanyaan yang selalu melintas dipikiran saya. Diluar sana  banyak orang mencari kerja tetapi mengapa anak saya walau bukan anak kandung,  yang sudah bagus pekerjaan, sesuai harapan, dilepas begitu saja. Apakah tidak berpikir kasihan kepada orang tua yang berharap pada anak yang mapan dalam pekerjaan. Aaah..mengapa mengganggu pikiran saya? mengapa mengejutkan emosi saya? Saya hanya bisa berdoa semoga semuanya diberikan yang terbaik oleh Allah Swt. saya hanya bisa pasrahkan semuanya pada sang Kholik

2. Kedatangan Kamad ke kelas, yang membuat saya kurang amanah  dalam mengemban tugas sebagai pendidik.

Bukan hal baru jika Kamad tiba-tiba datang ke kelas untuk melihat langsung pelaksanaan Penilaian Akhir Semester. Tapi karena situasi psyichys saya yang kurang bagus, membuat situasi ini menambah point kesalahan saya. Saya merasa kedatangan beliau karena beberapa hari anak-anak saya tinggal dinas luar, sehingga anak-anak kurang perhatian dan sedikit terbengkelai. Beliau menanyakan pekerjaan luar saya dan keadaan anak-anak dalam mengerjakan Penilaian Akhir Semester. Kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak-anak dalam mengerjakan soal, dan lain sebagainya yang perlu ditanyakan. Kamad yang bijaksana semua dimakhlumi karena keadaan yang ada. Terima kasih Bu Kamad atas pengertiannya.

3. Anak didik saya yang nilainya kebanyakan di bawah KKM yang membuat saya merasa tidak berhasil dalam mendidik mereka.

Masa pandemi membuat semuanya berubah dan membawa dampak yang sangat bertolak belakang dari keadaan sebelumnya. Pembelajaran yang tidak efektif, pendidikan yang kurang terprogram dan terkesan selalu dadakan, membuat hawa yang tidak bagus untuk mengoptimalkan semua kegiatan yang dilaksanakan. Pendidikan salah satu yang menuai dampak yang sangat besar. Pembelajaran yang kurang berkualitas, sehingga anak-anak menjadi dangkal dalam materi ilmu pengetahuan yang harus dikuasai. Yang pada akhirnya ketika dilaksanakan Penialain Akhir Semester nilai yang diperoleh 70% dibawah KKM. Hal inilah yang membuat saya prihatin. Mau dibawa kemana anak-anak nanti?. Akhrnya hanya bisa bedoa dan berharp pandemi segera berakhir dan semua kembali normal seperti sediakala. (Tepian Kali Cemoro, Senin 6 Desember 2021)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIMTEK IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDASAR KURIKULUM (KMA 183 DAN 184) JENJANG MI SECARA VIRTUAL SESI 2