BIMTEK IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDASAR KURIKULUM (KMA 183 DAN 184) JENJANG MI SECARA VIRTUAL SESI 2

BIMTEK IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDASAR KURIKULUM (KMA 183 DAN 184) JENJANG MI SECARA VIRTUAL SESI 2

 

Masa pandemi covid 19 yang sedang kita alami, bukanlah sebagai alasan untuk berhenti dalam berinovasi dan berkreasi dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Bimtek Jarak Jauh tentang “Implementasi Pembelajaran Berdasar Kurikulum (KMA 183 dan 184) jenjang MI Bidang Studi Quran Hadits” secara virtual zoom yang dilaksanakan selama 2 hari 10/10/2020, yang diselenggarakan oleh Dirjen Pendis Kemenag Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu contoh terobosan baru untuk memberikan bekal bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Dalam situasi apapun  dan dimanapun  guru mengemban tugas mulianya yaitu untuk selalu mentrasfer ilmu yang dimiliki  kepada anak didiknya.

Masih dengan semangat menambah wawasan guru MIN 7 Sragen pada sesi kedua 10/10/2020, bertempat  di ruang aula MIN 7 Sragen sebagaimana tempat bimtek mengikuti dengan saksama. “Ilmu yang telah kita peroleh dari Bimtek kali ini semoga bermanfaat dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran dimasa dan tempat yang tepat. Tetaplah semangat mengikuti Bimtek karena pepatah mengatakan “ilmu walau bertambah terus dibawa tidak berat, disimpen tidak rusak, dan kalau disebarkan akan bertambah pahalanya, karena menuntut dan mmenyebarkan ilmu termasuk ibadah”, sambutan Siti Marwiyah, S.Ag., M.Pd.I, selaku kepala Madrasah, sebelum zoom virtual dimulai.

Bapak Imam Bukhori, M.Pd.I, sebagai pemateri pertama menyampaikan bahwa guru yang dibutuhkan di abad 21  adalah guru yang kreatif dan penuh inovatif. 8 kompetensi guru di abad 21 yang harus melekat pada pribadi guru diantaranya, guru harus bisa menjadi 1). Adaptor , 2). Visioner, 3). Kolaborator, 4). Mengambil Resiko, 5). Pembelajar sejati, 6). Komunikator handal, 7). Uswah Hasanah, dan 8). Pemimpin. Guru di harapkan bisa mengikuti perkembangan zaman, memaksimalkan penggunaan beberapa media seperti googlemeet, clashroom, googleform, dan media lainnya untuk memaksimalkan proses pembelajaran secara daring maupun laring di abad 21. Pembelajaran pada KMA 183 dan 184 tahun 2019 , berorientasi pada pembelajaran saintifik dimana pembelajaran harus  mencakup 5M yaitu mengamati, menanya, mencari dan mengumpulkan, menganalisa dan mengasosiasikan, dan mengkomunikasikan. Jika 5M ini ada pada setiap kegiatan pembelajaran maka akan tercipta anak yang kreatif, inovatif dan tanggap setiap perubahan, tidak hanya menjadi anak yang menumpuk dan mengumpulkan ilmu yang didapat tanpa ada implementasi dalam kehidupannya.

“Esensial Kompetensi Inti (KI) –Kompetensi Dasar (KD)  Pembelajaran Quran hadits KMA 183 Tahun 2019” adalah materi yang disampaikan oleh Bapak Sutarman, M.Pd.I. sebagai pemateri berikutnya. Beliau menjelaskan cakupan Standar Kelulusan (SKL) yang mengandung tiga ranah disetiap pembelajaran terutama Quran Hadits, yang harus dicapai dalam proses pembelajaran yaitu ranah sikap (sosial dan religi), ranah pengetahuan, dan ranah ketrampilan. Beliau lebih lanjut menjelaskan penerapan pembelajaran untuk ketiga ranah tersebut dalam proses pembelajaran bidang studi Quran Hadits, harus mampu dicapai anak.

Inti dari penyampaian materi hari pertama yaitu guru harus bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman, memaksimalkan penggunaan segala media untuk keberhasilan proses pembelajaran, kurikulum KMA 183 dan 184 tahun 2019 berorientasi pada pembelajaran Saintifik. Webinar secara zoom virtual berjalan lancar dan diikuti dengan tuntas oleh segenap guru MIN 7 Sragen sampai ditutup menjelang pelaksanaan salat Jum’at. (nfk)

  

Komentar